Berita

Strategi Pengelolaan Sampah Konawe & Peningkatan Nilai Adipura

KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) resmi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pengelolaan Persampahan. Langkah strategis ini dilakukan guna meningkatkan standar penilaian Adipura sekaligus memperbaiki sistem tata kelola lingkungan di Kabupaten Konawe, Rabu (1/4/2026).

Acara yang dipusatkan di ruang rapat kantor BKPSDM ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand Sapan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Tim Pusat Standarisasi Instrumen Lingkungan Hidup (PSILH) KLHK RI, para Camat, serta Lurah se-Kabupaten Konawe.

Sampah Jadi Tantangan Kualitas Lingkungan

Dalam arahannya, Sekda Ferdinand Sapan menyoroti bahwa masalah sampah di Kota Unaaha kini mulai bergeser dari persoalan kuantitas menjadi persoalan kualitas. Ia mengingatkan bahwa keberadaan kawasan industri di Konawe akan membawa dampak lingkungan jika tidak diintervensi sejak dini.

“Jika ada instruksi dari Kementerian, maka itu adalah tanggung jawab kita untuk menindaklanjutinya. Kekhawatiran kita terhadap dampak sampah di masa depan harus diantisipasi mulai sekarang,” tegas Ferdinand.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran masyarakat. Ferdinand meminta para Camat dan Lurah untuk tidak berhenti memberikan edukasi agar budaya hidup bersih tumbuh di tengah warga.

“Pengelolaan sampah bukan hanya soal memindahkan masalah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Secara teknis dan sektoral, perencanaannya harus benar dan berjalan berkelanjutan,” tambahnya.

KIE: Mengubah Perilaku, Meraih Adipura

Senada dengan hal tersebut, Kabid Kebersihan DLH Konawe, Ir. Ridwan Tabara, ST., M.Si, menjelaskan bahwa program KIE adalah kunci utama dalam membangun ekosistem lingkungan yang sehat. Menurutnya, fasilitas sarana dan prasarana (sarpras) yang canggih tidak akan maksimal tanpa adanya perubahan perilaku masyarakat.

“Nilai Adipura bukan sekadar angka, tapi cerminan budaya bersih masyarakat. Melalui KIE, kita pastikan informasi pengelolaan sampah tersampaikan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Ridwan.

Sebagai informasi, Rakor ini juga melibatkan sesi diskusi daring (Zoom Meeting) bersama Ketua PSILH KLHK RI dan pihak Waste Crisis Center (WCC) untuk membedah solusi krisis sampah yang lebih komprehensif di tingkat daerah.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button