Ekowisata

Pesona Bendung Wawotobi: RTH Sempadan Sungai Yang Menjadi Destinasi Ekowisata Konawe

Halo Sobat Lingkungan..

Secara ekologis, fungsi utama Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sempadan Sungai adalah menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem yang ada di dalamnya. Vegetasi yang tumbuh di sepanjang sempadan sungai mampu menahan laju erosi, memperkuat struktur tanah, serta berperan sebagai daerah resapan air untuk mencegah terjadinya banjir. Selain itu, kehadiran pepohonan dan tumbuhan hijau di kawasan ini juga membantu menjaga kualitas udara dengan menyerap polutan serta menghasilkan oksigen yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat sekitar. Keberadaan RTH di sepanjang sungai bukan hanya penting dari sisi lingkungan, tetapi juga sebagai ruang penyangga alami yang melindungi ekosistem perairan dan daratan agar tetap seimbang.

Di sisi lain, fungsi sosial RTH Sempadan Sungai tidak kalah penting. Kawasan ini dapat dimanfaatkan sebagai area publik yang memberikan ruang interaksi bagi masyarakat. Ruang terbuka tersebut sering kali menjadi tempat rekreasi, sarana edukasi lingkungan, hingga lokasi kegiatan ekonomi kreatif masyarakat. Dengan adanya ruang yang nyaman dan alami, masyarakat dapat melakukan berbagai aktivitas seperti olahraga, bersantai, belajar tentang ekosistem sungai, hingga mengembangkan potensi wisata yang mendukung perekonomian lokal.

Salah satu contoh nyata pemanfaatan RTH Sempadan Sungai sebagai destinasi wisata adalah kawasan Bendung Wawotobi di Kabupaten Konawe. Terletak di Kelurahan Puunaaha, Kecamatan Unaaha, Bendung Wawotobi telah menjadi salah satu ikon penting Sulawesi Tenggara. Bendung ini dibangun pada periode 1981–1987 dan dikenal sebagai salah satu irigasi teknis terbesar di wilayah tersebut, dengan luas area irigasi yang mencapai sekitar 18.000 Ha. Peran bendung ini sangat vital, karena selain mendukung sistem pertanian masyarakat, juga menciptakan kawasan hijau yang menarik untuk dikunjungi.

Kawasan RTH Bendung Wawotobi ditumbuhi berbagai pohon peneduh yang rindang, seperti Trembesi (Samanea Saman) dan Ampupu (Eucalyptus urophylla). Pohon-pohon besar ini tidak hanya memperkuat ekosistem, tetapi juga menciptakan suasana sejuk dan segar yang sangat khas. Angin semilir yang berhembus melalui pepohonan menambah kenyamanan bagi siapa saja yang berkunjung. Tidak heran jika kawasan ini kerap menjadi tujuan wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin sekadar menikmati suasana damai, menghirup udara bersih, dan merasakan kesejukan alami di tepian Sungai Konaweeha.

Dengan potensi ekologis, sosial, dan ekonominya yang besar, kawasan RTH Bendung Wawotobi menjadi contoh ideal bagaimana Ruang Terbuka Hijau di sempadan sungai dapat dikelola secara bijak. Ke depan, kawasan ini memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi ekowisata unggulan yang tidak hanya menjaga keseimbangan alam, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar dan generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button